Senin, 07 April 2014

Macam macam proses pengelasan..

1. Berdasarkan Panas Listrik

• SMAW (Shield Metal Arch Welding) adalah las busur nyala api listrik terlindung dengan mempergunagakan busur nyala listrik sebagai sumber panas pencair logam. Jenis ini paling banyak dipakai dimana–mana untuk hampir semua keperluan pekerjaan pengelasaan. Tegangan yang dipakai hanya 23 sampai dengan 45 Volt AC atau DC, sedangkan untuk pencairan pengelasan dibutuhkan arus hingga 500 Ampere. Namun secara umum yang dipakai berkisar 80 – 200 Ampere


• SAW (Submerged Arch Welding) adalah las busur terbenam atau pengelasan dengan busur nyala api listrik. Untuk mecegah oksidasi cairan metal induk dan material tambahan, dipergunakan butiran–butiran fluks / slag sehingga bususr nyala terpendam di dalam ukuran–ukuran fluks tersebut


• ESW (Electro Slag Welding) adalah pengelasan busur terhenti, pengelasan sejenis SAW namun bedanya pada jenis ESW busurnya nyala mencairkan fluks, busur terhenti dan proses pencairan fluk berjalan terus dam menjadi bahan pengantar arus listrik (konduktif). Sehingga elektroda terhubungkan dengan benda yang dilas melalui konduktor tersebut. Panas yang dihasilkan dari tahanan terhadap arus listrik melalui cairan fluk / slag cukup tinggi untuk mencairkan bahan tambahan las dan bahan induk yang dilas tempraturnya mencapai 3500° F atau setara dengan 1925° C


• SW (Stud Welding) adalah las baut pondasi, gunanya untuk menyambung bagian satu konstruksi baja dengan bagian yang terdapat di dalam beton (baut angker) atau “ Shear Connector “


• ERW (Electric Resistant Welding) adalah las tahanan listrik yaitu dengan tahanan yang besar panas yang dihasilkan oleh aliran listrik menjadi semakin tinggi sehingga mencairkan logam yang akan dilas. Contohnya adalah pada pembuatan pipa ERW, pengelasan plat–plat dinding pesawat, atau pada pagar kawat


• EBW (Electron Beam Welding) adalah las dengan proses pemboman elektron, suatu pengelasan uang pencairannya disebabkan oleh panas yang dihasilkan dari suatu berkas loncatan elektron yang dimamapatkan dan diarahkan pada benda yang akan dilas. Penelasan ini dilaksanakan di dalam ruang hampa, sehingga menghapus kemungkinan terjadinya oksidasi atau kontaminasi


2. Berdasarkan Panas Listrik dan Gas

• GMAW (Gas Metal Arch Welding) terdiri dari ; MIG (Metal Active Gas) dan MAG (Metal Inert Gas) adalah pengelasan dengan gas nyala yang dihasilkan berasal dari busur nyala listrik, yang dipakai sebagai pencair metal yang di–las dan metal penambah. Sebagai pelindung oksidasi dipakai gas pelindung yang berupa gas kekal (inert) atau CO2. MIG digunakan untuk mengelas besi atau baja, sedangkan gas pelindungnya adalah mengunakan Karbon dioxida CO2. TIG digunakan untuk mengelas logam non besi dan gas pelindungnya menggunakan Helium (He) dan/atau Argon (Ar)


• GTAW (Gas Tungsten Arch Welding) atau TIG (Tungsten Inert Gas) adalah pengelasn dengan memakai busur nyala dengan tungsten/elektroda yang terbuat dari wolfram, sedangkan bahan penambahnyyadigunakan bahan yang sama atau sejenis dengan material induknya. Untuk mencegah oksidasi, dipakai gas kekal (inert) 99 % Argon (Ar) murni


• FCAW (Flux Cored Arch Welding) pada hakikatnya hampir sama dengan proses pengelasan GMAW. Gas pelindungnya juga sama-sama menggunakan Karbon dioxida CO2. Biasanya, pada mesin las FCAW ditambah robot yang bertugas untuk menjalankan pengelasan biasa disebut dengan super anemo


• PAW (Plasma Arch Welding) adalah las listrik dengan plasma yang sejenis dengan GTAW hanya pada proses ini gas pelindung menggunakan bahan campuran antara Argon (Ar), Nitrogen (N) dan Hidrogen (H) yang lazim disebut dengan plasma. Plasma adalah gas yang luminous dengan derajat pengantar arus dan kapasitas termis / panas yang tinggi dapat menampung tempratur diatas 5000° C


3. Berdasarkan Panas Yang Dihasilkan Campuran Gas

• OAW (Oxigen Acetylene Welding) adalah sejenis dengan las karbid / las otogen. Panas yang didapat dari hasil pembakaran gas acetylene (C2H2) dengan zat asam atau Oksigen (O2). Ada juga yang sejenis las ini dan memakai gas propane (C3H8) sebagai ganti acetylene. Ada pula yang memakai bahan pemanas yang terdiri dari campuran gas hidrogen (H) dan zat asam (O2) yang disebit OHW (Oxy Hidrogen Welding)


4. Berdasarkan Ledakan dan reaksi isotermis

• EXW (Explosion Welding) adalah las yang sumber panasnya didapatkan dengan meledakkan amunisi yang dipasang pada suatu mold/cetakan pada bagian tersebut dan mengisi cetakan yang tersedia. Cara ini sangat praktis untuk menyambung kawat baja / wire rope, slenk. Cara pelaksanaannya adalah ujung-ujung tambang kawat dimasukkan ke dalam mold yang telah terisi amunisi selanjutnya serbuk ledak tersebut dinyalakan dengan pemantik api, maka terjadilah reaksi kimia eksotermis yang sangat cepat sehingga menghasilkan suhu yang sangat tinggi sehingga terjadilah ledakan. Ledakan tersebut mencairkan kedua ujung kawat baja yang terdapat didalam mold tadi, sehingga cairan metal terpadu dan mengisi ruangan yang tersedia didalam mold.

Jumat, 04 April 2014

Wow..

MENDIKBUD: POLITEKNIK KINI BUKAN LAGI ‘ANAK TIRI’

           Dalam kunjungannya ke Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dalam rangka meresmikan Grha Dewaruci Sabtu, 22 Maret 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA turut memberikan semangat dan apresiasi terhadap Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya atas upayanya dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara signifikan.


          Dalam sambutannya, Mendikbud menyampaikan bahwa pada beberapa tahun yang lalu politeknik masih menjadi ‘anak tiri’. Beberapa kebijakan kurang mendukung adanya pengembangan di Politeknik, seperti misalnya Program Studi yang ditawarkan hanya sampai D4, dosen yang hanya bisa mendapat eselon tertinggi pada IVD, dosen politeknik tidak dapat menjadi guru besar dan beberapa keterbatasan yang lain. Telah cukup banyak usaha yang telah dilakukan dalam rangka mengembangkan politeknik sehingga selaras dengan pengembangan universitas secara umum.Usaha tersebut akhirnya menemukan jalan keluarnya.Dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, segala sekat pembatas tersebut kini telah hilang.
    Politeknik kini bukan lagi anak tiri. Politeknik telah diberikan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk mengembangkan institusi. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dipandang menjadi salah satu politeknik yang sangat berpotensi karena telah memiliki resourcesyang memadai. Sumber daya yang potensial, sarana dan prasarana yang baik, yangakan menunjang pengembangan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menjadi salah satu center of excellence khususnya di bidang perkapalan dan teknologi lainnya.
       Beberapa program yang sedang dikerjakan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya adalah pendirian 5 program studi baru dan juga pendirian magister terapan.Pendirian 5 Program Studi baru didasarkan oleh keinginan untuk membantu menaikkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi yang masih kecil.Program Studi baru tersebut adalah D4 Teknik Kelistrikan Kapal, D4 Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal, D4 Teknik Permesinan Kapal, D4 Teknik Pengolahan Limbah, D4 Manajemen Bisnis.  Diharapkan dengan dibukanya 5 program studi baru akan membantu menaikkan APK Perguruan Tinggi di Indonesia menjadi meningkat dan tidak tertinggal jauh dibandingkan negara maju.
            Magister Terapan juga menjadi salah satu program yang sedang dikembangkan oleh PPNS.PPNS sedang menginisiasi pembangunan Magister Sains Terapan di bidang Teknologi Manufaktur Perkapalan, S2 Teknologi Pengelasan, dan S2 Teknik K3.Harapannya, dalam beberapa tahun mendatang  Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya akan menjadi center of excellence di bidang perkapalan dan teknologi penunjangnya. (nuh)

Fasilitas di ppns.. apa aja

Wall Climbing

alt

Lapangan Futsal

lapanganfutsal
alt

Lapangan Bola Basket

basket


Musholla

mushola 

Graha Music

musik

Kolam Uji Kapal

Kolam Uji Kapal
Oh ya satu fasilitas lagi yg lupa disebutin, PARKIRAN.. hehe uda lantai 2 loh, kampusku sederhana, ya sedemikian itu aja. Ruang kelas juga belum AC :'( kasian sby panas.. Tetapi untuk Laboratorium PALING LENGKAP.. PERPUS APALAGI. Ada buku novel juga loh -__-

Kurikulum 8 semester -___-

Kurikulum D4 Teknik Pengelasan

SEMESTER  I
No KODE MK MATA  KULIAH JAM SKS
1 607101 A Agama 2 2
2 607104 A Bahasa Inggris I 3 3
3 607202 A Kimia Terapan 4 2
4 607203 A Matematika Terapan I 4 2
5 607204 A Gambar Teknik 8 4
6 607205 A Proses Manufaktur 4 2
7 607207 A Kesehatan & Keselamatan Kerja 2 1
8 607210 A Ilmu Bahan 4 2
9 607224 A Praktek Fabrikasi Dasar 4 2
           
JUMLAH 35 20
 
SEMESTER  II
No KODE MK MATA  KULIAH JAM SKS
1 607105 A Bahasa Inggris II 3 3
2 607102 A Kewarganegaraan 2 2
3 607201 A Fisika terapan 6 3
4 607208 A Matematika Terapan II 4 2
5 607206 A Aplikasi Komputer 4 2
6 607212 A Pengantar Teknologi Perkapalan 4 2
7 607225 A Praktek Bengkel 8 4
8 607301 A Teknologi Las I 4 2
           
JUMLAH 35 20
 
SEMESTER  III
No KODE MK MATA  KULIAH JAM SKS
1 607103 A Bahasa Indonesia 2 2
2 607212 A Tugas Perancangan Kapal 6 3
3 607215 A Elemen Mesin 4 2
4 607209 A Mekanika bahan 4 2
5 607303 A Teori NDT 4 2
6 607304 A Teknologi Las II 4 2
7 607314 A Praktek Las  I 8 4
8 607302 A Perpindahan panas 4 2
           
JUMLAH 36 19
 
SEMESTER  IV
No KODE MK MATA  KULIAH JAM SKS
1 607214 A Konstruksi kapal 6 3
2 607223 A Praktek kelistrikan 4 2
3 607305 A Metalurgi Las 4 2
4 607306 A Perlakuan panas 4 2
5 607315 A Praktek DT - NDT 8 4
6 607316 A Praktek Las II 8 5
7 607217 A Pesawat Angkat 2 1
           
JUMLAH 36 18
 
SEMESTER V
No KODE MK MATA  KULIAH JAM SKS
1 607216 A Statistik 2 1
2 607219 A Metode elemen hingga 4 2
3 607226 A Praktek Manufaktur dibantu komputer 4 2
4 607307 A Teknologi Las Aplikasi 4 2
5 607308 A DFKI KU & BT 6 3
6 607309 A Penyambungan non logam 4 2
7 607310 A Pengendalian Otomatis 4 2
8 607317 A Praktek Fabrikasi 8 4
           
JUMLAH 36 18
 
SEMESTER  VI
No KODE MK MATA  KULIAH JAM SKS
1 607401 A Teknologi Bangunan Baru 4 2
2 607221 A Metode Optimasi 4 2
3 607222 A Metodologi Penelitian 2 1
4 607311 A Inspeksi Las 4 2
5 607312 A DFKI TANGKI & PIPA 6 3
6 607313 A DFKI KAPAL 6 3
7 607406 A Praktek Kualifikasi Las 10 5
           
JUMLAH 36 18
 
SEMESTER VII
No KODE MK MATA  KULIAH JAM SKS
1 607501 A Program Magang 40 18
           
JUMLAH 40 18
 
SEMESTER VIII
No KODE MK MATA  KULIAH JAM SKS
1 607218 A Kelelahan & Kepecahan 4 2
2 607402 A Analisa Biaya 2 1
3 607403 A Kewirausahaan 2 1
4 607404 A Pengendalian mutu (QA/QC) 2 1
5 607106 A Bahasa Inggris III 3 3
6 607220 A Korosi dan Pengendaliannya 4 2
7 607408 A Tugas Akhir 12 6
           
JUMLAH 29 16